03 January 2006

Bom waktu dunia

Ketika saya menulis blog ini, kita sedang memasuki hari ke tiga dari tahun 2006. Tidak beda dengan situasi di tahun baru sebelum-sebelumnya orang-orang di mana-mana merayakan pergantian tahun di malam tahun baru dengan pesta-pesta meriah. Acara-acara televisi pun benuansa kemeriahan pesta tahun baru, tidak ada acara televisi yang bertema keprihatinan “mengenang kepedihan tahun 2005 dan waspada terhadap bencana yang mungkin meningkat di tahun 2006”. Sepertinya sudah suatu tradisi bahwa tahun baru adalah selalu menjadi tahun penuh harapan walaupun kenyataannya sepanjang sejarah setiap tahun segala jenis bencana dan segala macam keprihatinan skalanya cenderung meningkat ketimbang menurun, rata-rata problem global dunia tidak terpecahkan tahun demi tahun.

Kebanyakan orang seolah-olah lebih senang menutup mata terhadap kenyataan bahwa setiap tahun keadaan dunia ini bukan semakin membaik melainkan semakin memburuk. Lihat saja problem ekonomi di berbagai negara, kemiskinan, bala kelaparan, problem penyakit dengan munculnya jenis-jenis penyakit baru seperti flu burung dan munculnya virus-virus mutan yang belum pernah muncul dulunya, begitu banyak berita tentang peperangan, pertikaian etnis dan warna kulit, pertikaian antar agama, kejahatan yang meningkat, pemberontakan, demonstrasi, gempa bumi, tzunami, banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya. Setiap tahun orang-orang di segala bangsa mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik pada penutup tahun, mereka berharap semoga di tahun baru situasi dunia akan semakin membaik dan terus membaik, tetapi kenyataannya semakin memburuk dan terus memburuk.

Terkadang saya merenungkan bumi ini ibarat seperti bom waktu dimana titik ledaknya sedang dihitung mundur (count down) Jadi sebenarnya setiap kali anda merayakan tahun baru dengan pesta pora penuh harapan itu artinya anda sedang merayakan hitungan mundur “bom waktu dunia” ini ke arah titik ledaknya. Tidak bisa kita pungkiri bahwa hampir semua agama besar mengajarkan bahwa akan ada suatu “titik akhir” bagi dunia ini kelak di masa depan, ada yang mengajarkan tentang hari Kiamat, Armagedon dan lain sebagainya di mana Tuhan sang maha besar akan bangkit untuk menghakimi system dunia ini dan menggantikannya dengan system Teokratis di bawah kendali Tuhan sendiri, seperti itulah yang saya baca dari kitab-kitab suci.

Alkitab Kristen disebutkan bahwa Tuhan akan menggantikan system pemerintahan dunia ini menjadi system teokratis:

Daniel 2:44 – “Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.”

Wahyu 16:14-16 - “ay.14. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.Ay.15. Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya. Ay.16. Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Di dalam kitab Islam Al-Quran juga disebutkan tentang hari Kiamat tersebut :

QS.Al Baqara (2):210 – “Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat pada hari Kiamat dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.”

QS. An Nisa (4):87 – “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari Kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) daripada Allah.”

QS. An Nisa (4):159 – “Dan tidak ada seorang pun dari kalangan ahli Kitab melainkan dia akan beriman kepada Nabi Isa (Yesus) sebelum matinya dan pada hari Kiamat kelak Nabi Isa (Yesus) akan menjadi saksi terhadap mereka.”

Jadi bagaimana? apakah kita akan tetap menggantungkan harapan kita terhadap system dunia ini setiap tahunnya? Apakah system pemerintahan dunia ini telah terbukti sukses mengatasi berbagai problematik yang terjadi sepanjang sejarah tahun-demi tahun, ataukah lebih banyak gagal? Apakah masih masuk akal untuk berharap kepada pemimpin politik, ekonom, bisnis dll yang kesemuanya hanyalah manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan dan pada akhirnya mati? Ataukah kita hanya bisa berharap kepada Tuhan sang pencipta alam semesta dan penguasa tertinggi? Silahkan anda memilih sendiri sesuai hati nurani anda, namun kalau saya pribadi tidak akan pernah percaya lagi dengan para pemimpin manusia dan kepada system dunia ini yang telah terbukti selalu gagal untuk menciptakan perdamaian, keamanan, ketenteraman, kesehatan, kesejahteraan yang permanen. Saya hanya bisa berharap kepada Tuhan saja dan saya percaya bahwa tidak lama lagi penguasa tertinggi di alam semesta ini pasti akan bertindak untuk menyelesaikan segala problem kehidupan umat manusia di bumi ini dengan caraNya. Akhir kata Alkitab mengatakan di Matius 6:9-10 "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga."













Hi there.....it's me >rotogu<>

No comments: