17 November 2006

Fakta Ironi Langkanya Keadilan

Masih ingatkah anda dengan iklan di televisi yang berisi slogan “jalan pintas dianggap pantas”. Iklan ini sangat cocok menggambarkan situasi di dunia saat ini khususnya di Indonesia. Salah satu contohnya saja sampai bbrp bulan lalu berita tentang kasus terbunuhnya Munir, seorang aktivis HAM dan pernah aktif memimpin sebuah LSM yang bernama Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) masih berkumandang di sejumlah media massa, paling tidak masih hangat diberitakan di media internet. Informasi terakhir yang saya baca adalah istri dari Munir sampai-sampai meminta bantuan dari pihak PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam upaya mencari keadilan sejati di Indonesia sehubungan dengan kurang tuntasnya peradilan dari kasus kematian suaminya.

Munir meninggal karena Keracunan arsenic atau zat arsenikum dari makanan/minuman yang dikonsumsinya di pesawat Garuda ketika almarhum dalam perjalanan menuju Amsterdam Belanda. Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar dalam kasus Munir tersebut, coba bayangkan betapa sulitnya mencari keadilan bagi istri Munir tersebut, dia harus mengupayakannya dari tingkat Polisi, Pengadilan, DPR, sampai ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), bahkan informasi terakhir kasus tersebut bisa dibawa ke pengadilan international karena melibatkan BIN (Badan Intelejen Nasional) yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Saya yakin bahwa sebenarnya tidak banyak orang yang mau begitu peduli dengan hal ini termasuk anda mungkin, namun pernahkah anda berpikir dan merenung bagaimana jika orang terdekat yang anda kasihi mengalami nasib serupa dengan Munir? Bagaimana jika suami anda atau istri anda atau anak anda diperlakukan tidak adil oleh institusi negara yang seharusnya bertindak adil?

Saya bukan hendak membahas soal kasus kematian Munir dalam tulisan saya ini, yang ingin saya tekankan adalah suatu esensi bahwa trend ketidakadilan di muka bumi ini sepanjang sejarah memang semakin parah. Kasus-kasus seperti pembunuhan Munir bukanlah sekali saja dialami manusia, ada begitu banyak kasus yang bahkan lebih parah pernah terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia di bumi ini, entah karena latar belakang kepentingan politik, masalah nasional, problem sosial, dll.

Bahkan sejarah juga mencatat berkenaan dengan ketidak-adilan di dalam institusi agama karena kepentingan wewenang dalam institusi agama atau karena perbedaan dogma. Sejarah pernah mencatat bahwa bahkan orang-orang yang berupaya mencari kebenaran malah dikejar-kejar seperti buronan karena dianggap sesat, bahkan ditangkap, dihukum, disiksa dan dibunuh. Apakah anda senang membaca? jika demikian coba anda baca-baca sejarah Kekristenan, sepanjang sejarah agama Kristen pernah melalui masa kegelapan rohani, berabad-abad yang lalu Kekristenan pernah diwarnai oleh banyaknya “peleburan filosofi dan budaya penyembah berhala paganism ke dalam Kekristenan” - ini yang disebut dengan istilah Sinkretisme, hal tersebut mengakibatkan munculnya para reformis Kristen yang dengan tulus ingin kembali mengajak para penganut Kristen untuk kembali ke ajaran yang murni Alkitab, sebut saja nama-nama mereka misalnya
Arius, John Wycliff, William Tyndale, Martin Luther dan masih banyak lagi.

Namun ironisnya mereka mati dibunuh dan disiksa, atau dikejar-kejar menjadi buron justru atas restu dan perintah dari pemimpin agama Katolik, http://en.wikipedia.org/wiki/Inquisition. Hanya karena mereka dengan tulus ingin kembali ke ajaran murni dari Alkitab. Saya punya Encyclopedia lengkap, jika ingin pinjam dan melihat fakta-fakta sejarahnya. Arius salah seorang tokoh reformis yang berupaya meyakinkan pemimpin Katolik Roma dahulu agar supaya back to the Bible harus mati sebagai martyr (atau mati sahid), sejarah mencatat
dia mati karena diracun, hampir sama dengan kasus Munir seperti yang saya jelaskan di atas. Mengapa kebaikan dan kebenaran seolah-olah selalu tertindas oleh ketidak adilan dan kejahatan, “tanya kenapa”………….?

Maka fakta-fakta sejarah ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa kita hidup di dalam system dunia yang sedang “sakit parah” dan satu-satunya jalan keluar permanen agar tercipta suatu keadilan yang sejati hanyalah apabila sang pencipta yang maha kuasa yaitu Tuhan “turun tangan” dalam menyelesaikan segala perkara di dunia ini. Kapan hal itu terjadi? Mari kita merenungkan hal ini dan mempelajarinya.

12 komentar:

notalkingnow said...

kapan hal itu bakal terjadi saudara gultom?

Ronald T.Gultom said...

Hallo Notalkingnow,

Beberapa agama mengenal istilah Kiamat atau Akhirat spt dlm Agama Islam, di dalam agama Kristen dikenal istilah Armagedon/Harmagedon. Namun apapun istilahnya konsepnya adalah bahwa kelak akan ada "akhir" dari system dunia ini atau istilah lain disebut dengan "hari penghakiman terakhir dari Tuhan".

Saya terpaksa harus kutip ayat Alkitab utk membuktikan kpd anda ttg hal ini karena saya tidak punya kompetensi untuk menjawab pertanyaan anda tanpa pembuktian dari kitab suci (dan utk membuktikan bahwa ini bukanlah karangan saya sendiri, melainkan firmat dari Tuhan):

Daniel 2:44 - Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya

Itulah sebabnya ada suatu Doa yang memohonkan agar kerajaan Allah itu segera datang di bumi ini.

Matius 6:9,10 - Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Mengapa hal itu harus dilakukan Tuhan, karena zaman sekarang ini Tuhan masih "mengijinkan" Setan berkuasa utk sementara waktu di bumi ini, itulah sebabnya begitu banyak kekacauan dan kehahatan di bumi.

1 Yohanes 5:19 - ....... Seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat / Setan.

1 Yohanes 2:17 - Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Kapan penghakiman terakhir ini akan terjadi, hanya Tuhan saja yang tahu. Tapi tanda-tanda akhir zaman sudah terlihat jelas di masa sekarang ini, kita harus bersiap-siap untuk kembali kepada bimbingan pencipta kita agar selamat dalam hari penghakiman terakhir kelak.

2 Ptr 3:9-11 - Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup


Salam,
RTG

Ronald T.Gultom said...

Ada tambahan sedikit lagi dari komentar saya sblmnya tadi.

Kesimpulan dari penjelasan tersebut adalah, bahwa hanya dalam pemerintahan Allah saja maka keadilan sejati, keamanan, kesejahteraan dan kedamaian dapat terwujud secara permanen.

Selama dunia ini masih dikuasai oleh manusia dan "Setan" maka hal tersebut tidak akan pernah terwujud. Waktunya kelak akan tiba pada saat Tuhan menghentikan kesempatan yg diberikan kpd Setan dlm proses pembuktian/pengujian apakah ada manusia yang taat di bumi ini kepada Tuhan atau tidak walaupun dalam pencobaan dari Setan.

Kitab Why 12:12 tertulis demikian -Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."


Salam,
RTG

notalkingnow said...

kenapa tuhan "memperbolehkan" kejahatan dan kesengsaraan di dunia ini?

notalkingnow said...

Bagaimana cara supaya dunia ini berhenti dikuasai oleh manusia dan "Setan"?

Saya baca kalau menurut doktrin/dogma jehovah witness, hanya 144000 orang yang berhak masuk surga pada saat kiamat.

Anda kebagian tempat ga ya?

BBAQ said...

keadilan di dunia hanya bisa diusahakan.. makanya itu perlu pengadilan Tuhan sesudah mati..
Pengadilan Tuhan ini menuntaskan kasus-kasus di dunia yang belum tuntas..
mungkin begitu ya..
salam
heri purnomo

Ronald T.Gultom said...

Dear Notalkingnow,

Anda bertanya
-------------
Kenapa tuhan "memperbolehkan" kejahatan dan kesengsaraan di dunia ini?

Ini adalah pertanyaan yang sangat bagus sekali.

Dan saya sudah mendapat pemahaman tentang hal itu dari Alkitab. Jawaban begini.

Ketika terjadi pemberontakan pertama terhadap Tuhan di Taman eden oleh Setan dan manusia pertama Adam-Hawa (Baca kitab Genesis pasal.2 & 3), sebenarnya secara implisit Setan meragukan
dan mempertanyakan cara dan hak Tuhan memerintah manusia. Setan awalnya adalah Malaikat yang baik ketika dia diciptakan, namun belakangan malaikat tersebut menjadi jahat dan ingin setara dengan Tuhan. Setan menyiratkan bahwa keadaan manusia akan lebih baik jika tidak diperintah oleh Tuhan.

Sejak awal Tuhan menciptakan dunia ini dan segala mahluk hidup dengan sempurna dan penuh dengan kenikmatan hidup. Tuhan menempatkan manusia pertama Adam & Hawa di taman Eden/Firdaus. Manusia diciptakan sangat unik jika dibanding dengan ciptaan mahluk hidup lainnya. Manusia tidak diciptakan seperti robot yang bergerak hanya karena remote control atau perintah coding program. Manusia memiliki “Free Will” atau kehendak bebas dan akal budi, tidak seperti binatang yang hanya diberi “Instinct”, bahkan tumbuh-tumbuhan (pohon atau tanaman) tidak memiliki sifat-sifat itu sama sekali, hanya bertumbuh saja tanpa berpikir dan ber-instinc karena itulah dinamakan tumbuhan karena hanya bertumbuh saja. Manusia tidak hanya bertumbuh tanpa berpikir dan bernalar seperti tumbuhan, dan tidak hanya menjalankan hidupnya dengan naluri atau insting saja seperti binatang, melainkan manusia diberi akal budi dan free will oleh Tuhan, sehingga manusia akan dengan sadar dan tulus memutuskan apakah mau taat dan tunduk menyembah Tuhan atau tidak. Namun setiap tindakan dan keputusan yang diambil manusia itu ada konsekuensinya.

Kitab Galatia 6:7 - "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."

Sebagai ilustrasi, coba bayangkan cerita ini: ada seorang guru memberi tahu murid2nya cara memecahkan suatu soal matematika tertentu. Kemudian ada seorang murid yang pandai namun congkak dan suka melawan di kelas tampil dan menyatakan di depan para murid lain bahwa sang guru itu salah dalam mengajar, murid congkak ini menantang sang guru bahwa dia lebih tahu dari gurunya cara memecahkan soal tersebut.

Sang guru yang bijaksana dan berhikmat tidak akan mengusir murid tersebut keluar kelas tapi akan mengijinkannya untuk membuktikan bahwa dia benar dan sanggup memecahkan soal tersebut. Jika guru tersebut marah dan langsung menghukum sang murid congkak tersebut maka murid2 lainnya di kelas pasti akan merasa bhw sang guru tsb tidak gentle & takut ketahuan kelemahannya dan bisa jadi mereka menganggap bhw murid tadilah yg benar.

Karena itulah guru tsb mengijinkan murid congkak tersebut utk membuktikan bahwa dia memang sanggup memecahkan soal itu sendiri tanpa intervensi gurunya.

Demikianlah halnya dengan Tuhan, Setan dan manusia pemberontak dibiarkan oleh Tuhan dalam jangka waktu tertentu untuk membuktikan bahwa mereka sanggup berdiri sendiri tanpa harus taat sepenuhnya kpd Tuhan dan sanggup menentukan jalannya sendiri tanpa harus takluk kpd perintahNya.

Namun ternyata ber-abad-abad berjalan sejarah mencatat bahwa Setan dan manusia jelas tidak sanggup menentukan jalan hidupnya dengan baik tanpa bimbingan penciptanya. Dampak dari keputusan manusia utk tidak mau dibimbing sang penciptanya mengakibatkan begitu banyaknya penderitaan di bumi ini, dan itu semua adalah konsekuensi tragis dari keputusan manusia dan malaikat pemberontak-Setan tadi.

Sama halnya dengan ilustrasi seorang ayah yang ditentang anaknya, katakanlah sang anak tidak mau taat kepada ayahnya dan minta utk keluar dari rumah dan tinggal sendiri tanpa bimbingan dan pengarahan dari sang ayah. Anak pemberontak ini harus diberi kesempatan utk membuktikan apakah memang dia sanggup mandiri, jika sang ayah terus mengekang anaknya tersebut maka sang anak tidak akan dapat mengerti bhw ayahnya benar, dan fakta bahwa sang anak perlu mendapat bimbingan orang tua tidak dapat dibuktikan.

Salam,
RTG

Ronald T.Gultom said...

Hallo mas Heri Purnomo,

Terimakasih atas comment anda.

Memang benar apa yang anda katakan, manusia di dunia ini hanya berusaha utk menegakkan segala jenis keadilan, walaupun kebanyakan selalu kandas krn kondisi dan situasi tertentu. Inilah fakta ironi yang ada di bumi ini, dua "kutub" selalu saja ada di dunia ini (yaitu yang baik dan yang jahat). Di segala bidang selalu saja ada orang jahat, tidak hanya orang baik saja.

Bahkan institusi yg seharusnya bertindak adilpun justru bisa menjadi sarang ketidakadilan dan kejahatan. Pernah dengar istilah "MAFIA PERADILAN".

Ya memang fakta membuktikan bhw keadilan bisa dibeli dengan uang dan power/kekuasaan. Siapa yg berkuasa dialah yang bisa memutarbalikkan keadilan.

Hanya Tuhan sajalah yang sanggup menyelesaikan problem itu semua secara permanen.

Setuju???

Salam,
RTG

notalkingnow said...

Ketika terjadi pemberontakan pertama terhadap Tuhan di Taman eden oleh Setan dan manusia pertama Adam-Hawa (Baca kitab Genesis pasal.2 & 3), sebenarnya secara implisit Setan meragukan
dan mempertanyakan cara dan hak Tuhan memerintah manusia. Setan awalnya adalah Malaikat yang baik ketika dia diciptakan, namun belakangan malaikat tersebut menjadi jahat dan ingin setara dengan Tuhan. Setan menyiratkan bahwa keadaan manusia akan lebih baik jika tidak diperintah oleh Tuhan.


Pemberontakan? Adam dan hawa sudah dari awal diatur supaya melanggar aturan lho. Menurut saya yang terjadi dalam taman firdaus adalah konspirasi.







Genesis 2:15-17 - TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Kenapa tuhan tidak ingin adam mengetahui tentang baik dan jahat? Kenapa tuhan berbohong bahwa adam akan mati bila memakan buah tersebut?

Kalau tidak setuju kenapa meletakkan pohon itu disana?

Apabila tuhan serba bisa, kenapa tidak menghentikan adam memakan buah itu?

Kasian sekali si adam. Dijebak.





Dan lebih hebatnya, setelah tuhan menciptakan hawa, tuhan juga menyediakan seekor ular yang bisa bicara dalam taman firdaus

Genesis 3:1-5 - Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."


Untuk apa tuhan yang serba bisa membuat ular yang bisa berbicara dan JUJUR?

Inget lho.. tuhan berkata kalau mereka makan buah itu, mereka akan mati. Nyatanya tidak mati.

sedangkan ular itu justru berbicara jujur, :mereka tidak kan mati, dan bahkan akan mengetahui baik dan jahat - SEPERTI TUHAN

Adam dan hawa TIDAK TAHU bahwa adalah tidak benar apabila memakan buah tersebut.

wong mereka kan diciptakan innocent... ga tau mana yang bener dan mana yang salah. ya jelas makan dong.

ini jelas - jelas sudah diatur agar adam dan hawa gagal.



Jadi kesimpulannya tuhan ini serba bisa atau engga ya? Kalau dia serba bisa koq ga bisa nebak bakal berakhir seperti ini?









Begitu ketahuan.. ngamuk deh.

Genesis 3:14-16
Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."



wow.. serem amat

tuhan menghukum adam karena mendengarkan kata2 hawa, partner hidupnya yang diciptakan oleh tuhan sendiri.

tuhan menghukum hawa karena tidak tahu beda benar dan salah. Padahal dia sendiri yang menentukan.

tuhan menghukum ular, karena dia berkata jujur.

wow... standar darimana ini?






gimana ronald.. bagaimana anda menjelaskan ini? kejadian ini bener-bener ada atau hanya sebuah perumpamaan?

notalkingnow said...

itu baru... namanya ironi langkanya keadilan

notalkingnow said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Ronald T.Gultom said...

Dear Mr.Notalkingnow,

Pertanyaan anda cukup menarik, saya akan jawab satu persatu pertanyaan tsb, mohon simak baik-baik jawaban saya ini agar tidak ada kesalah-pahaman terhadap ayat-ayat Alkitab.

Anda Bertanya :
---------------
Pemberontakan? Adam dan hawa sudah dari awal diatur supaya melanggar aturan lho. Menurut saya yang terjadi dalam taman firdaus adalah konspirasi.

Jawaban saya.
-------------
Kejadian di taman eden bukan konspirasi! Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat di tengah-tengah taman itu dibuat Tuhan sebagai "ALAT HUKUM" karena pada waktu itu belum ada undang-undang atau peraturan hukum tertulis, bahkan kitab suci juga belum ada pada waktu itu. Oleh karena itu dibutuhkan suatu "tools" yang bisa dipakai oleh Tuhan sebagai sarana atau indikator untuk menentukan apakah manusia bisa dan mau taat serta tunduk kepada perintah Tuhan atau tidak.

Kenapa harus buah dari pohon yang menjadi "alat hukum"?, Kalau tidak setuju kenapa meletakkan pohon itu disana?
-----------------------------------
Tuhan adalah penguasa tertinggi di alam semesta, apapun bisa digunakan oleh Tuhan sebagai representasi hukumnya di bumi, pada waktu itu belum ada kitab undang-undang di taman eden, yang ada hanyalah pohon buah-buahan dan dia berhak menggunakan apa saja utk menjadi sarana hukum, maka dia gunakan pohon yang dapat terlihat jelas serta dapat disentuh dan dimakan oleh Adam & Hawa. Ilustrasinya seperti ini. Jika anda memiliki sebuah benda tak berharga di kantor anda katakanlah misalnya ballpoint murahan dan anda mengatakan kepada semua orang agar jangan ada seorangpun yang mengambil ballpoint anda, siapapun yang mengambil ballpoint anda maka itu artinya orang tersebut sedang melawan anda dan mencoba menantang anda. Apakah orang lain berhak mengatakan, alaaaaah itukan hanya ballpoint murahan, masa sih gak boleh diambil? Persoalannya bukanlah ballpoint itu kan, melainkan nilai moril dan kaidah hukum yang terkandung di dalam benda itu. Apapun yang menjadi hak anda entah itu barang murahan atau barang mahal tidak seorangpun berhak mengambilnya bukan??? Demikian juga dengan buah dari pohon pengetahuan yg baik dan jahat, esensinya bukanlah buahnya melainkan kaidah hukum yang terkandung di dalamnya, buah tersebut hanyalah lambang dari hak Tuhan dalam menentukan apa yang baik atau jahat, ketika Adam dan Hawa memakan buah tersebut yang jelas-jelas telah dilarang sebelumnya, mereka secara langsung telah menantang hak kedaulatan Tuhan utk membuat aturan hukum tentang yang baik dan yang jahat, Adam dan Hawa secara eksplisit ingin menentukan sendiri hak tersebut tanpa campur tangan Tuhan. Untuk lebih jelas lagi ilustrasi lain seperti ini: Zaman dahulu seorang Kaisar di China ketika hendak mengeluarkan titah hukum tidak harus hadir secara fisik ke tengah-tengah rakyatnya, sang Kaisar cukup hanya menuliskan sejumlah kalimat perintah di sebuah kertas membubuhkan cap/stempel/ttd pada kertas tsb. Pada saat panglima militer membawa kertas tersebut dihadapan rakyatnya, semua rakyat harus bersujud dan tunduk sepenuhnya walaupun itu hanyalah sebuah kertas, karena kertas itu melambangkan representasi kehadiran dari sang Kaisar di tengah-tengah rakyatnya utk mengeluarkan titah. Siapapun yang menganggap remeh titah Kaisar pasti akan dipancung atau dipenggal kepalanya pada waktu itu.

Apakah Tuhan dalam hal itu tidak berlaku adil atau diktator terhadap Adam dan Hawa?
-----------------------------------
Sama sekali tidak! karena Tuhan menciptakan berbagai jenis pohon buah-buahan yang boleh dimakan bebas oleh Adam dan Hawa, hanya satu jenis pohon saja yang tidak boleh dimakan, yaitu buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, yang merupakan lambang atau representasi dari hukum Tuhan, atau alat hukum yang saya jelaskan tadi. Silahkan Baca:
Kejadian 2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Anda bertanya lagi:
-------------------
Apabila Tuhan serba bisa, kenapa tidak menghentikan adam memakan buah itu? Kasian sekali si adam. Dijebak.
-----------------------------------
Sebenarnya saya sudah jelaskan hal ini pada komentar saya sebelumnya, Tuhan tidak menciptakan manusia seperti robot yang bertindak berdasarkan remote control command. Manusia diciptakan dengan akal logika pikiran, akal budi, free-will dan hati nurani. Sehingga manusia memiliki kesanggupan untuk menentukan apakah mereka mau taat kepada hukum Tuhan Allah berkenaan "buah terlarang" tersebut atau tidak mau. Jika mereka mau tunduk kepada Tuhan, itu karena mereka benar-benar tulus dan sadar secara mental dengan akal budinya tanpa paksaan. Demikian juga jika mereka memberontak itu juga karena mereka dgn sadar penuh melakukannya dengan akal pikirannya sendiri. Jika Tuhan menghentikan Adam & Hawa agar tidak memakan buah terlarang itu, maka itu sama saja Adam & Hawa seperti robot yang dkontrol dengan remote secara mekanis tanpa "hati" dan "akal". Namun demikian walaupun Adam & Hawa memiliki kesanggupan free will tsb, mereka masih sempurna dan murni dalam hal pikiran dan hati sebelum makan buah terlarang itu, dan mereka memiliki hati nurani yang bersih dihadapan Tuhan. Kejadian 2:25 "Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu."
Tidak usah jauh-jauh ke Adam & Hawa, anda sendiri sebagai manusia saat ini, apakah anda tidak merasakan bahwa anda diciptakan dengan kesanggupan "kebebasan memilih" atau "free will" dalam diri anda. Apakah ketika anda melakukan suatu hal entah itu berupa pelanggaran hukum atau kebaikan, apakah anda menginginkan ada suatu kuasa yang mengendalikan anda melakukan itu semua, ataukah anda ingin melakukannya murni karena kesadaran mental dan hati nurani anda sendiri tanpa intervensi dari manapun? apakah anda lebih senang dikontrol dan dikendalikan orang lain untuk melakukan sesuatu, ataukah anda lebih senang melakukan segala hal karena kesadaran akal pikiran dan hati nurani anda sendiri? Demikianlah juga dengan Adam & Hawa, mereka memiliki kesanggupan seperti kita, karena kita adalah cucu mereka. Namun segala pilihan tindakan manusia ada konsekuensi hukumnya, dan itu semua telah diperingatkan dari awal mula oleh Tuhan, karena itu kalau manusia mengalami konsekuensi yang tragis itu semua murni karena kesalahan manusia, bukan kesalahan Tuhan lagi.

Anda bertanya lagi:
------------------
Dan lebih hebatnya, setelah tuhan menciptakan hawa, tuhan juga menyediakan seekor ular yang bisa bicara dalam taman firdaus
-----------------------------------
Untuk mengetahui lebih jelas apa sebenarnya yang terjadi pada waktu itu, apakah memang benar-benar ular tersebutlah yang sedang berbicara kepada Hawa? kita perlu melihat ayat-ayat lain dalam Alkitab yang terkait. Ular tersebut tidaklah berbicara, Setanlah yang menggunakan media ular untuk berbicara kepada Hawa. Setan menggunakan mukjizatnya sehingga Hawa seolah-olah melihat ular itulah yang sedang berbicara kepadanya, padahal sebenarnya Setan yang sedang menggunakan ular untuk memperdayakan Hawa. Sama halnya seperti seorang pe-sulap / magician yang melakukan trick-trick magic utk menipu para penontonnya, demikianlah Setan menggunakan ular utk berbicara kpd Hawa sbg trick dlm membuat tipu muslihat.
Silahkan baca kitab Wahyu 12:9 & Wahyu 20:2 - dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Iblis atau Satan dinamakan si ULAR TUA, mengapa Setan disebut dengan istilah Ular Tua, karena Setan dahulu kala pernah menggunakan ular sebagai media komunikasi untuk memperdayakan Hawa.
Di dalam kitab Yohanes 8:44 dijelaskan bahwa Iblis dijuluki sebagai BAPAK PENDUSTA, julukan ini sangat tepat karena Iblis telah mendustai Hawa ketika ia menggunakan ular untuk membujuk Hawa memakan buah terlarang di taman eden.
1 Yohanes 3:8 - menjelaskan bahwa "Iblis telah berbuat dosa dari mulanya", artinya sejak awal di taman eden iblis telah berdosa, ketika ia menggunakan ular untuk memperdayakan Hawa.
Jadi inilah yang saya sebutkan dengan istilah Puzzle dalam blog sdr.Zhen. Alkitab harus dibaca secara keseluruhan dari Awal sampai Akhir agar kita mendapat gambaran yang jelas dan utuh tentang "puzzle" kebenaran sejati itu.

Anda mengatakan:
----------------
Inget lho.. Tuhan berkata kalau mereka makan buah itu, mereka akan mati. Nyatanya tidak mati.
-----------------------------------
Sepertinya anda yakin sekali akan argumen anda yang jelas bernada "menghakimi Tuhan", sekali lagi saya terpaksa mesti mengatakan bahwa anda harus membaca dahulu seluruh isi Alkitab agar mendapat gambaran yang jelas, setelah itu barulah anda bisa menghakimi Tuhan, jika anda belum membaca seluruh isi Alkitab maka itu sama saja seperti seorang Jaksa penuntut yang tidak terlebih dulu membaca seluruh berkas-berkas perkara dalam sidang pengadilan namun sudah berani melontarkan tuduhan dan tuntutan kpd seseorang. Ok, begini penjelasannya:
Ketika Tuhan memberi peringatan kepada Adam & Hawa : Kejadian 2:17 - "tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." - memang kita melihat dalam ayat tsb ada frase "PADA HARI engkau memakannya, pastilah engkau mati". Apakah ini memaksudkan Hari 24 jam dalam ukuran waktu manusia? TIDAK. Dalam ukuran waktu Tuhan 1 hari = 1000 (Seribu) Tahun. Silahkan baca 2 Petrus 3:8 - "Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari." Jadi satuan waktu manusia berbeda dengan satuan waktu Tuhan. Maka kita harus convert dulu satuan / measurement waktu tersebut sesuai dgn satuan waktu Tuhan. Dan ini sangat relevan dengan bukti bahwa Adam akhirnya mati pada usia 930 tahun. Silahkan baca Kejadian 5:5 - "Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.", Maka Tuhan tidak berbohong, karena Adam akhirnya MATI pada usia 930 thn, sebelum genap "satu hari Tuhan" (karena 1 hari Tuhan = 1000 tahun - sesuai ayat di 2 Petrus 3:9).

Anda bertanya lagi:
-------------------
Untuk apa Tuhan yang serba bisa membuat ular yang bisa berbicara dan JUJUR?
-----------------------------------
Sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa "ular" atau media yang digunakan Setan si Iblis untuk membujuk Hawa melanggar hukum Tuhan sehingga memakan buah terlarang itu, telah berbicara dusta kepada Hawa. Silahkan baca : 2 Korintus 11:3 - "Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya."
Apa saja dusta dari Setan si Ibilis yang menggunakan ular sebagai media komunikasi tersebut???

1) Ular atau Setan si Iblis berdusta dengan mengatakan kepada Hawa..... Kejadian 3:1 - "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" .......Padahal Tuhan TIDAK MELARANG Hawa utk memakan SEMUA POHON. Yang dilarang HANYA SATU POHON SAJA. Silahkan baca: Kejadian 2:16 - "Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas".
Oleh karena itu Hawa sempat menyanggah tuduhan Setan tersebut - silahkan baca : Kejadian 3:2-3 "Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

2) Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati," Adam & Hawa akhirnya MATI. Kejadian 5:5 - "Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.", Tuhan tidak berbohong, karena Adam akhirnya MATI pada usia 930 thn, sebelum genap "satu hari Tuhan" (karena 1 hari Tuhan = 1000 tahun - sesuai ayat di 2 Petrus 3:9).

3) Setan mengatakan lagi di Kejadian 3:5 - "tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." - Ini jelas-jelas ajakan Setan kepada manusia untuk memberontak kepada Tuhan sang pemberi hukum. Setan secara implisit mengajak manusia untuk terlepas sepenuhnya dari bimbingan sang pencipta dalam menentukan apa yang baik dan yang jahat. Pada awalnya manusia diciptakan sempurna tanpa "cacat moral" sehingga kecendurungan hati manusia pada awalnya lebih condong utk selalu berbuat baik (karena itulah mereka bahkan tidak malu telanjang karena mereka masih murni dan polos tanpa cacat moral) - Kejadian 2:25 "Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu."

Namun setelah mereka makan buah terlarang itu mereka seolah-olah menjadi cacat secara moral, karena mereka pada akhirnya dapat memtuskan sendiri tanpa bimbingan Tuhan tentang apa yang baik dan yang jahat, dan sejak itu mereka malu karena telanjang bulat karena pikiran dan hatinya telah "tercemar".

Kejadian 3:7,10,11 - Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Kejadian 3:10,11 - Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"

Jadi kesimpulannya, Tuhan tetap tidak bisa dipersalahkan dalam segala hal, dan Alkitab suci juga tetap bisa dibuktikan kebenarannya. Sebenarnya masih banyak kupasan yang lebih dalam bisa saya jelaskan dengan anda, namun terlalu panjang jika harus saya tulis di sini, saya mengusulkan untuk bertemu langsung, karena sebaiknya kita bicarakan secara face-to-face dan progresive dengan mengupas segala bukti-bukti tertulis agar saya bisa membuktikannya kepada anda, bahwa kebenaran sejati yang absolute itu benar-benar ada.

Salam,
RTG