27 June 2007

Otak Manusia Yang Spektakuler

Pernahkah anda merenungkan betapa canggihnya otak anda? ada berbagai macam pendapat para ahli tentang kecanggihan otak manusia. Ada yg mengatakan bahwa Otak manusia terdiri dari kumpulan massa protoplasma yang sangat kompleks dan sel-sel otak manusia yang disebut dgn neuron dapat berkembang begitu pesat karena memiliki gen 'human accelerated region'yang sangat unik. Mengapa ada ahli yang mengatakan bhw manusia tidak memakai lebih dari 10% kemampuan otaknya, itu krn umur manusia singkat, sehingga sel-sel otak tersebut tidak lagi berkembang sesuai kapasitasnya krn mulai menurun secara bertahap menjelang usia semakin tua (degenerative cell), dan akhirnya proses regenerasi sel otak tersebut terhenti pada saat seseorang mati. Pernahkah anda merenung mengapa manusia umurnya singkat? binatang saja ada yg umurnya mencapai 400 thn spt kura-kura besar, bahkan umur gajah bisa lebih tua daripada manusia. Sayang sekali umur manusia yg notabene adalah mahluk cerdas sangat singkat, mengapa Tuhan menciptakan manusia hanya utk hidup sebentar kemudia mati? Perkembangan sel otak itu pada dasarnya dapat bersifat unlimited / tak terbatas apabila manusia hidup kekal, andaikata manusia tidak mati diumur 70 tahun (rata-rata umur hidup manusia) melainkan sanggup hidup kekal maka seluruh kemampuan otaknya akan dipakai secara maksimal dan optimal. Coba bayangkan jika manusia hidup sampai umurnya 1000 tahun saja, maka dapat dipastikan kemampuan otak manusia akan berkembang selama itu juga.

Sangat menarik, catatan kitab suci mengatakan bahwa nenek moyang manusia (Adam) sebelum dia mati, Adam mencapai umur 930 tahun. Silahkan baca - kitab Kejadian 5:5 "Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati." Analogi simple saja, seorang yg ingin meraih gelar sarjana membutuhkan waktu utk kuliah sekitar 5 tahun, melanjutkan S2 membutuhkan wkt sekitar 2 tahun lagi, dan utk meraih gelar doktor sekitar 3 tahun lagi, maka total waktu yg dibutuhkan adalah sktr 10 thn. Itu hanya utk satu bidang disiplin ilmu. Coba bayangkan kalau umur seseorang bisa mencapai 1000 tahun, maka dia bisa meraih gelar doktor untuk kira-kira 80 bidang ilmu yg berbeda. Maka bisa dibayangkan otak orang yang berumur 1000 tahun pasti akan menggunakan kemampuan otaknya lebih dari 10%. Majalah Scientific American, edisi November 2005, memuat satu artikel tentang hasil penelitian terkini mengenai kapasitas otak dalam menyimpan informasi. Artikel itu mengatakan Untuk bisa mengisi penuh "hard disk" otak maka kita harus belajar satu hal baru setiap detik selama sekitar 30 juta tahun. Bayangkan, dibutuhkan waktu sekitar 30 juta tahun untuk mengisi full memory otak manusia.

Sebagai tambahan lagi ada tiga bagian dasar Otak manusia yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain. 1.Batang otak, 2.Sistem limbik dan 3.Neokorteks. Batang otak berfungsi sbg motorik sensorik dan mampu mengembangkan pengetahuan fisik yang berasal dari panca indra. Sistem limbik Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan. Neokorteks mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia dll.

Kesimpulan inti buat saya pribadi, tubuh manusia yg dalam topic ini membahas organ otak, benar-benar menunjukkan betapa sang pencipta manusia (Tuhan) itu maha cerdas. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai mahluk yang sangat spektakuler dan luar biasa menakjubkan. Sebenarnya otak manusia tidak bisa disamakan dengan produk ciptaan orang di bumi ini seperti komputer atau apapun. Ada seorang ahli yg mengatakan bhw bahkan struktur otak seekor lalat jauh lebih rumit daripada struktur multi processor komputer yang tercanggih buatan para pakar komputer, apalagi jika dibandingkan dengan otak manusia yang berisi milyaran sel neuron, sangat jauh sekali jurang perbedaannya. Kitab Psalm / Mazmur 139:14 "Aku bersyukur kepada Tuhan oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib...." ; Ibrani 3:4 -"Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Tuhan Allah."

Orang yang tidak suka membaca dan meneliti hal-hal baru akan menyebabkan sel-sel otak orang sedemikian tidak berkembang secara significant, karena sel otak sama seperti sel otot, semakin sering digunakan untuk berpikir akan semakin berkembang, dan jika jarang digunakan maka orang akan semakin lemah dan cenderung pikun bahkan bodoh.

Itulah sebabnya betapa pentingnya membaca dan meneliti segala hal. Disamping membaca, merenungkan apa yang dibaca juga penting, karena proses merenung akan menstimulasi otak untuk berpikir tajam dengan daya pengamatan sehingga otak mampu menganalisa segala hal mengaitkannya dengan pengetahuan baru untuk mendapat suatu konsep tertentu yang akan membentuk pola berpikir seseorang.

Banyak orang yang terkurung dengan pola berpikir pragmatis, sehingga hanya mau berpikir hal-hal yang praktis saja, yang dapat langsung kelihatan hasil dari pikirannya sekarang juga dan cepat diterapkan. Sangat jarang orang yang mau membuka pikiran terhadap hal-hal baru, dan jarang juga orang yg mau berpikir hal-hal yg jauh ke depan, hal-hal yang berupa renungan, hayalan, angan-angan, atau yang tidak langsung terlihat hasilnya. Sejarah mencatat bahwa banyak penemuan-penemuan teknologi di Eropa dan Amerika berawal dari suatu hayalan belaka, namun secara berkesinambungan hayalan tersebut diteliti dan dikembangkan ke arah penerapan teknologi yg nyata.

Salah satu contoh bagaimana para ilmuwan yang berupaya menciptakan tiruan dari fungsi sel syaraf otak, yaitu pada sekitar tahun 50'an ilmuwan Hodgkin dan Huxley mengembangkan model pertama dgn mencatat sinyal-sinyal listrik otak manusia yang dipancarkan oleh sel-sel otak. Karya ini menjadi dasar bagi suatu gagasan bahwa fungsi-fungsi otak semestinya dapat disimulasikan oleh fungsi-fungsi elektronik dari suatu program komputer. Teknologi komputer yang berkembang pesat semakin membuka jalan bagi simulasi sistem pengolahan informasi otak manusia.

Begitu banyak ilmuwan yang mengkhususkan diri meneliti carakerja otak berminat membuat model cara kerja otak manusia. Minat ini didukung oleh kecanggihan komputasi komputer. Model cara kerja otak manusia ini terutama ditekankan kepada bagaimana sesungguhnya proses belajar yang dilakukan oleh otak. Berbagai model JST (Jaringan Syaraf Tiruan) berhasil dikembangkan dan pada prinsipnya teknologi itu ingin meniru kemampuan otak manusia.

Dibandingkan dengan teknologi lainnya, JST untuk beberapa bidang aplikasi jauh lebih baik. Kekuatan JST ini bisa digunakan untuk aplikasi seperti: 1) optimasi, 2) kontrol, 3) pengolahan gambar (image processing) ,4) sintesa dan pengenalan suara, 5) pengolahan bahasa alami dan 6) memodelkan kemampuan kognisi manusia. Biasanya JST dipilih bila menghadapi situasi dimana teknologi lain tidak bisa diterapkan karena data yang tidak lengkap, toleransi kesalahan yang rendah, serta rancu dan tidak beraturannya situasi. Jadi untuk situasi-situasi yang membutuhkan proses belajar, penilaian atau intelegensi dalam menghadapi keadaan yang rancu serta dinamis merupakan hal yang sangat cocok bagi penerapan teknologi JST.

Sebagai gambaran teknologi JST sudah diterapkan adalah sbb: Pengenalan huruf secara optis untuk membaca tulisan tangan, sementara untuk membaca huruf Kanji diterapkan oleh Sharp dan Mitsubishi, untuk kontrol sebuah proses misalkan banyak digunakan di pabrik baja yaitu untuk kontrol EAF. Perusahaan mobil Ford menggunakan JST untuk sistem anti lock brakes , Citibank dan American Express memakainya untuk mendeteksi pemalsuan kartu kredit VISA, Perusahan penerbangan Amerika Serikat dan Kanada menggunakannya untuk memprediksi respon pelanggan, dan masih banyak lagi bidang yang dirambah oleh JST termasuk dalam dunia forensik, astronomi, musik dan persenjataan perang.

Timbul pertanyaan renungan dari saya, seberapa banyakkah kita telah menggunakan kemampuan otak untuk meneliti hal-hal yang bersifat rohani dan spiritual, yang menyangkut kehidupan di masa depan, tentang nasib bumi ini, tentang maksud tujuan Tuhan menciptakan alam semesta ini, dan lain sebagainya. Saya melihat bhw kebanyakan orang bersifat pragmatis, lebih cenderung menggunakan otaknya untuk hal-hal yang bersifat sekuler, karena hal itu lebih nyata sehari-hari demi menunjang kehidupan dalam mencari nafkah dan demi “perut” saja.

3 comments:

nofa said...

Dear Ronald,

Tulisan yang menarik. Sering dibahas dalam training Neuro Lingusistic Proggraming.
Just sharing juga, menambah fakta tentang otak manusia :

1. The adult human brain weighs about 3 pounds (1,300-1,400 g).
2. The adult human brain is about 2% of the total body weight.
3. The human brain has about 100,000,000,000 (100 billion) neurons.
4. The total surface area of the cerebral cortex is about 2500 sq. cm (~2.5 ft2)
5. The weight of an adult human cerebellum is 150 g.
6. The total volume of cerebrospinal fluid (CSF) is 125-150 ml.
7. A total of 400-500 ml of cerebrospinal fluid (CSF) is produced every day.
8. Cerebrospinal fluid is normally clear and colorless.
9. There are 12 pairs of cranial nerves.
10. There are 31 pairs of spinal nerves.
11. There are about 13,500,00 neurons in the human spinal cord.
12. The human spinal cord is 45 cm long in men and 43 cm long in women.
13. Humans can hear in the range of 20 Hz to 20,000 Hz.

Ronald T.Gultom said...

Dear Nofa,

Terimakasih Nofa atas posting komentarnya yang ilmiah dan dapat menambah wawasan saya sehubungan dengan kecanggihan otak manusia.

Salam
>RTG<

Dewi said...

Informasi lain tentang otak:
Is brain the evidence of design?
If the brain is the evidence of design, it is a true design nightmare:
1. The brain is never redesigned from the round up: it mostly add new systems onto existing ones.
The brain is built like an ice cream cone:through evolutionary time, as higher functions were added, a new scoop was placed on top, but the lower scoops were left largely unchanged. In this way, our human brainstem,cerebellum,and midbrain are not very different in overall pln from that of frog(one scoop). It's just that a frog has only a rudimentary higher areas in addition. All those structures plus the hypothalamus, thalamus, and limbic system are not that different between humans and rats (two scoops), while we humans have all that plus a hugely elaborated cortex (three scoops). When new,higher functions were added,this did not result in a redesign of the whole brain from the ground up.Hence, our brains contain regions, like the midbrain visual center (which is not needed anymore) that are functional remnants of our evolutionary past. --> makes our brain bigger than if it is designed: inefficient.
3. Neurons,the basic processors of the brain are slow and they have a severely limited signalling range.
(they propegate their signal million times more slowly than copper wires, their signalling range is tiny,leak signals to their neighbors, successfully propagate their signals to the targets only about 30% of the time)--> inefficient. If the brain can works well,that's because it has 500 trillion synapsis, which is too complex to be specified in the genome. So humans born with immature brains,and need experience to fine-structure of brain wiring. These systems of experience-dependent neural plasticity are retained and modified to store information, that lead to memory, etc.

Conclusion:
The transcendent aspects of our human experience, the things that touch our emotional and cognitive core, were not given to us by Great Engineer. The things we hold highest in our human experience (love, memory,dreams, and predisposition for religious thought) result from a particular AGGLOMERATION OF AD HOC SOLUTIONS THAT HAVE BEEN PILED ON THROUGH MILLIONS YEARS OF EVOLUTIONARY HISTORY.
(source: The Accidental Mind - How Brain Evolution Has Given Us Love,Memory,Dreams and God; David J. Linden).
Note: please open your mind, read also science books,so that your writing is not one sided.