14 January 2009

Uniknya Species Mahluk Hidup

Apakah spesies dari mahluk yang berbeda dapat kawin? kemudian pertanyaan berikutnya, andaikatapun bisa apakah perkawinan silang antar spesies yg berbeda tersebut dapat menghasilkan keturunan yg normal dan fertil apabila dikawinkan? bagaimana jawaban anda? YA atau TIDAK?

- Definisi point 1. para biolog menjelaskan bhw : secara definitif kategori binatang yg bisa dikatakan SATU SPESIES adalah apabila : Jantan dan betinanya bisa kawin (secara natural) atau bisa dikawinkan (perkawinan silang yg dilakukan oleh ilmuwan) dan dapat menghasilkan keturunan yang fertil atau dapat beregenerasi kembali".

- Definisii point 2. Dengan kata lain, jantan dan betina YANG BEDA SPESIES idealnya tidak bisa dikawinkan berdasarkan definisi No.1 tadi , andaikatapun bisa dipaksakan atau direkayasa oleh para ilmuwan (inseminasi paksa) maka keturunan yg dihasilkannya semestinya tidak akan normal sebagai contohnya tidak fertil. Jika ternyata spesies mahluk yg berbeda dapat menghasilkan keturunan normal dan fertil, maka Definisi point 1. menjadi SALAH atau bertentangan, tidakkah demikian?

Pertanyaan berikutnya adalah: jika ternyata perkawinan silang antar spesies bisa dilakukan katakanlah misalnya melalui suatu rekayasa biologi, apakah perkawinan silang tersebut bisa menghasilkan spesies baru yang unik dan spesifik (dalam arti berbeda jauh dengan induknya?)

Dalam hal ini para ilmuwan telah terpecah menjadi dua kubu ketika memperdebatkannya, kubu pertama adalah ilmuwan pro-evolusi dan kubu lainnya adalah ilmuwan kontra-evolusi. Ilmuwan evolusionist berteori bahwa semua spesies mahluk hidup yang ada di bumi ini berasal dari satu nenek moyang sama yang setelah melalui proses evolusi jutaan tahun telah sukses menghasilkan beragam spesies mahluk. Bagaimana hal itu telah disangkal atau dipertanyakan oleh para ilmuwan lainnya? Saya akan kutip referensi tulisan dari pendapat para ilmuwan yg kontra evolusi.

Journal ilmu pengetahuan yg berjudul On Call, terbitan 3 Juli 1972, Hal.8,9 mengatakan: para ilmuwan yang melakukan berbagai macam percobaan pembiakan silang terhadap hewan yg berbeda spesies (tapi masih dalam satu genus) pada akhirnya mendapati fakta bahwa setelah beberapa generasi, suatu titik puncak tercapai dimana tidak mungkin lagi terjadi pembentukan spesies baru yg unik dan berbeda daripada induknya.


Buku yg berjudul Molecules To Living Cells - Simple Inorganic Molecules to Complex Free Living Cells", Scientific American, Bagian 1, oleh Philip C. Hanawalt - meyatakan: Sel-sel dari liver berbagai jenis tikus tetap mempertahankan ciri-ciri jaringan organisme masing-masing spesiesnya meskipun setelah proses siklus reproduksi yang tak terhitung banyaknya.

Buku Scientific American, "The Genetic Control of the Shape of a Virus" - juga mengomentari tentang hal itu : Mahluk hidup sangat-berbeda-beda bentuknya dan unik, tetapi bentuk tersebut benar-benar tidak pernah menyimpang dalam setiap garis keturunannya (pada masing-masing spesies) : babi tetap babi, pohon ek tetap pohon ek dari generasi ke generasi, tidak pernah berubah.

The world book encyclopedia 1982 jilid 6, hal.332, mengatakan: jenis tanaman yg hidup di daerah kering memiliki gen yg bermutasi sehingga menyebabkan akar-akarnya tumbuh lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dgn tanaman dalam spesies yg sama namun tumbuh di daerah yg banyak airnya (mutasi genetika dapat terjadi namun tetap dalam satu spesies).

Prof. DR. John N. Moore, dalam bukunya: On Crhomosomes, Mutations, and Phylofency, Hal.5 : mengatakan: Bedasarkan berbagai penelitian dan analisa yg ketat dari para ahli, setiap pernyataan "dogmatis" yang mengatakan bhw mutasi-mutasi genetis merupakan bahan mentah untuk proses evolusi yg menyangkut seleksi alam adalah cerita dongeng.

C. H. Waddington, British Embryologist dari universitas Cambridge (seorang ahli genetika), mengatakan: Teori yg menyatakan bhw mutasi genetika dapat menghasilkan proses evolusi dari satu spesies menjadi spesies yang berbeda, sama saja dgn perumpamaan seseorang yang mulai dengan empat belas baris puisi logis dalam bahasa Inggris lalu mengubah satu huruf pada setiap irama, dan kemudian hanya dgn mempertahankan hal-hal yg masih punya makna pada akhirnya akan diperoleh salah satu soneta dari Shakespeare, sungguh pemikiran yg gila, ...dia melanjutkan, saya kira kita tidak akan sebodoh itu.

Masih banyak lagi sebenarnya kutipan referensi dari para ilmuwan yg tidak setuju dgn teori evolusi, namun terlalu panjang jika saya tulis di sini. Jadi kesimpulannya, semua teori-teori "ilmiah" dari para evolutionist masih dalam ajang perdebatan hingga saat ini. Tahukah anda bahwa Para ilmuwan sedang terpecah menjadi dua kubu - ilmuwan pro-evolusi dan ilmuwan kontra-evolusi. Saya pribadi terus berupaya utk berpikiran netral sambil mengamati kedua kubu itu saling mengeluarkan teorinya, utk mempelajari mana yg sebenarnya mendekati fakta kebenaran (sejauh ini saya melihat bhw konsep evolusi tidak bisa dibuktikan, tidak faktual, tidak logis, dan tidak mendekati fakta kebenaran), sedangkan teori penciptaan yg menyatakan bhw segala mahluk hidup di bumi ini ada karena diciptakan masih jauh lebih masuk akal.

3 comments:

Erik Tapan said...

Dear Bung Ronald,
Awalnya saat membaca tulisan ini, saya bingung, apa maksud dan tujuan penulisan artikel ini. Akhirnya tahu bahwa sebenarnya Bung Ronald ingin "membantah" teorinya Mas Darwin yha.

Yup benar, saya tidak berpikiran seperti itu. Masuk akal juga pendapat Bung Ronald.

Thanks sudah memberi pencerahan.

Maju terus dengan pemikiran-pemikiran yang revolusioner.

Pi-Man said...

Bisa tolong kasih link langsung ke sumber artikel di atas?
Untuk memastikan antara tulisan asli si Ilmuwan dan yang anda tulis benar-benar selaras, bukan qyote mining.

Misal C. H. Waddington, dia ini seorang evolusionis, cuma alih-alih sintesa modern, dia lebih punya pandangan "genetic assimilation".

Ronald T.Gultom said...

Hi PI-Man, salam kenal. Wah ternyata masih ada yg tertarik posting comment di "Blog kuno" saya yg udah lama nggak pernah saya update lagi, disamping karena kesibukan juga karena sudah tidak tertarik menulis hal2 seputar debate kontroversi science Vs. spiritualism. Demikian juga tentang pertanyaan anda darimana Link langsung ke sumber artikel di di atas, saya tidak lagi concern. Tulisan saya itu hanya hasil oret-oretan dari baca-baca berbagai macem publikasi saja. Anyway, thanks masih sempat mampir dan comment di sini.

Ronald